Koperasi Nusantara berdiri pada
tahun 2004, yang bertempat tinggal di Gedung Bidakara Lt. 2 Jl. Jend.
Gatot Subroto Kav. 71-73 Pancoran Jakarta 12870. Koperasi Serba Usaha ini memiliki
Unit Jasa dan Unit Simpan Pinjam. Sebagai Unit Jasa, kegiatan utamanya adalah
menjadi Jasa Konsultan Keuangan dan Agen Pemasaran dari berbagai perusahaan
barang/jasa. Koperasi Nusantara bekerjasama dengan perbankan melalui linkage
program dengan fasilitas channeling. Dimana melalui kerjasama tersebut Koperasi
Nusantara membantu menyalurkan pinjaman kepada calon peminjam yang membutuhkan.
Di awal usahanya, Koperasi Nusantara hanya membuka cabang di beberapa daerah di
Jawa Barat dengan core business memberikan pinjaman kepada para pensiun dan
pegawai yang pembayaran gaji/uang pensiunnya melalui Kantor Pos.
Seiring berjalannya waktu,
pertumbuhan bisnis pinjaman ini terlihat semakin potensial, maka di tahun 2006
Koperasi Nusantara melakukan kerjasama operasional dengan PT.POS INDONESIA
(Persero). Kerjasama ini meliputi penyaluran pinjaman dan pemotongan uang
gaji/pensiunan pegawai , PNS dan TNI/POLRI dan sejak tahun 2007 produk pinjaman
ini dapat dilayani di seluruh Indonesia melalui 208 cabang kantor layanan
Koperasi Nusantara. Kemitraan strategis untuk dapat menjalankan bisnis yang ada
dengan baik tidak hanya dibangun dengan PT.POS INDONESIA (Persero) tapi juga
dengan pihak-pihak pendukung lainnya seperti PT. Bank Sinarmas, ICB Bumiputera
Indonesia Tbk, Bank Kesawan, BII Maybank, Asuransi Jiwa Bumiputera 1912,
Asuransi Jiwa Nusantara, Asuransi Jiwa Jiwasraya, Asuransi Syariah Mubarakah.
Visi dan
Misi koperasi Nusantara dalam menghadapi tantangan
Visi:
Melalui penyelenggaraan usaha di bidang perdagangan umum dan jasa, diharapkan
memberikan kesejahteraan anggota dan bermanfaat bagi masyarakat dan negara.
Misi:
Menjadi fasilitator dan rekanan yang baik untuk pelanggan serta
mensejahterahkan anggota dalam menggapai tujuan melalui etika bisnis dan
kepercayaan.
Direktur Utama Koperasi Nusantara,
Mukti Syahroni, mengatakan untuk mengatasi masalah krisis global yang tengah
melanda saat ini suatu perusahaan tidak cukup hanya membuat visi misi
perusahaan. Tetapi para pelaku juga harus menanamkan visi dan misi kepada
karyawannya.
“Kenapa visi misi itu perlu disosialisasikan,
karena perubahan bisnis itu sangat luar biasa. Bila kita tidak bisa me-manage
perubahan bisnis ini, kita bisa terombang-ambing kemana-mana akhirnya kita
bukan siapa-siapa,” ucap Mukti.
Menurut Mukti, visi dan misi saja
tidak cukup. Tetapi perusahaan juga harus memberikan value dan meaning
ke anak buahnya. Ini karena perubahan lingkungan bisnis itu harus dikelola
lebih baik, salah satu mengelola bisnis adalah menetapkan visi, misi, nilai, dan makna perusahaan tersebut.
“Visi,
misi, value, dan meaning yaitu tujuannya untuk membentuk perusahaan yang
canggih. Budaya perusahaan yang bisa mengadopsi antisipasi perubahan apapun
yang terjadi di lingkungan bisnis ini,” ujarnya.
Dengan alasan tersebut, Koperasi
Nusantara sebagai koperasi terbesar di Indonesia yang memiliki 200 cabang di
Tanah Air ini menggandeng ACT Consulting untuk mengadakan workshop MVVM
(Mission, Vision, Value, Meaning) bagi jajarannya.
Bertepatan dengan hari jadinya yang
ke tujuh, Koperasi Nusantara menerima penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI)
sebagai Koperasi pertama di Indonesia dan di dunia yang memiliki sertifikasi
ISO terlengkap.
Penyerahan piagam penghargaan ini
diserahkan oleh Jaya Suprana dan diterima langsung oleh Rahmat di kantor Pusat
Koperasi Nusantara, Plaza Great River, Kuningan, Jakarta, Senin 10 Oktober
2011.
Info
selengkapnya klik disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar